Disaat gue berusaha mengeluarkan pendapat gue sendiri kenapa gue malah disalah2in sih?
Salah apa ya berpendapat? Terus gara2 hal itu banyak yang mulai musuhin gue gitu? Like I care…
Timetables |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Dear readers,
Kali ini gue mau ngepost tentang Berbagai macam pilihan hidup gue beserta alasannya!
1. GUE LEBIH SUKA COWO RAMBUT PENDEK DARIPADA GONDRONG
Why? Menurut gue sih ya… cowo yang rambutnya pendek / lebih bagus lagi cuma tumbuh rambut beberapa centi dari kulit kepalanya itu Keren, Rapi, dignified! Memang sih, SHIROTA YUU ataupun Hayami Mocomichi rambutnya agak gondrong… Tapi gondrongnya mereka ga asal-asalan! Kalo kaya gitu gue masih suka, tapi kalo udah gondrong LEBIH dari itu… ah! Liatnya aja males gue!
2. Gue lebih suka menghindari konflik!
Nampaknya yang ini ga usah gue kasi tau juga tau lah ya! yang jelas, gue males aja kalo gue mesti berurusan sama urusan yang seharusnya bukan masalah gue.
3. Gue sangat menghargai impian dan harapan!
Banyak orang yang dengan semena – mena bilang “LO GA BISA! MUSTAHIL LO BISA! HALAAAH! JANGAN MIMPI DEH!” fuck ‘em! Setiap orang punya masa depan dan ga ada seorang manusia pun yang bisa melihat bagaimana masa depan orang lain, meskipun dia bilang dia cenayang atau sebagai macamnya! Karena kekuatan seorang manusia tidak terbatas, manusia bisa menjadi apapun yang ia mau asalkan ia mau berusaha! Betul ga?
==========================
Sebenernya masih banyak yang mau gue tulis! Tapi i really2 feel sleepy!
Nite all readers :*
Ketika aku merasa jatuh
Ku kira kalian ada
Ketika aku merasa terpuruk
Ku sangka kalian pun ada…
Dulu ku bahagia ku miliki kalian
Dulu kubahagia
Karena ku kira kini ku memiliki teman
Teman yang tak hanya teman
Tapi juga keluarga
Tapi rasa – rasanya aku telah salah
Aku terlalu naïf
Aku terlalu menyandarkan diriku pada kalian
Aku harus memulai berdiri
Dengan kaki ku sendiri
Aku harus mulai mencari
Siapa orang yang benar – benar bisa ku jadikan sandaran…
Aku rapuh? Ya, aku memang rapuh
Aku egois? Ya, AKu memang sangat egois
Tapi karena itu pula lah aku mulai sadar
Aku memang tak pantas diberikan hati
Aku tak pantas dicintai
Aku mengerti
Aku sangat mengerti..
Aku menangis sendirian
Berharap seseorang akan mengajakku bangkit
Dan mengucapkan hal – hal manis untuk hilangkan sedihku
Kenyataannya memang pahit
Aku memang sudah tidak dicintai siapapun
Aku tak ingin membenci…
Tapi aku benci…
Kehilangan kekasih lebih mudah dilupakan dari pada kehilangan seorang teman
Dan aku kehilangan semuanya
Seseorang mungkin akan menangis mendengar ceritaku
Tapi pasti akan ada seseorang yang tertawa melihat deritaku
Yah, itulah dia….
Sahabat, keluarga, atau pun orang yang paling kita percaya….
Tak boleh kita terlalu berharap memang
Karena pada akhirnya semuanya akan menjadi pahit
Aku berusaha memejamkan mata dan melupakan semuanya
Tapi itu semua sia – sia…
Aku memang ingin mereka kembali…
Tapi aku tak terlalu berharap….
Pada akhirnya setiap manusia memang akan sendirian…
Dan aku berusaha untuk menjalankannya dengan baik…
Terima kasih untuk teman yang baik
Yang telah mengajariku rasa bahagia
Aku akan berjalan dengan kakiku sendiri
Semoga aku dapat berhenti menangis karena teman….
Ku ingin kau tau isi hati ini
Tiap ku dekatmu rasanya jantungku berdebar
Tiap kali tak sengaja saling menatap
Rasanya ku hampir mati tak bernyawa
Aku rasakan debaran ini
Sudah lebih dari seabad
Aku sadari perasaan ini
Ternyata memang sudah tersesat
Ku harapkan kau jadi milikku
Hanya saja nyaliku tak sebesar itu
Ku harapkan kau mau denganku
Seperti aku juga ingin denganmu
Ku ingin nyatakannya
Namun nyaliku tak sebesar itu
Ku harap kau katakan dulu
Namun itu hanya seperti angan saja
Aku tau kau sudah tau
Aku mau kau juga rasakan begitu
Seperti aku yang sayangi kamu
Seperti aku yang ingin denganmu
Ku ingin kau katakan itu
Katakan cinta padaku
Ku ingin kau rindu padaku
Seperti aku merindukanmu
Cinta ini sudah gila
Hampir buatku buta karena dia
Aku sudah hampir gila
Ini semua karena dirinya